Thai and Cambodian border negotiations in Bogor, Friday, April 8, 2010, have not produced a final deal. However, the talks this time is a form of meaningful progress in relations between the two countries.
According to Foreign Minister Marty Natalegawa, negotiations between the two countries which was held at the Bogor Palace is going well. However, he said, the talks have not come to fruition, because it is not easy.
However, he added, the two countries meeting today be the starting point for meaningful progress in the talks negotiations that have lasted for more than five times that was held in both countries.
"Both parties are currently being completed such a result of the meeting the two delegations. We can not anticipate what will be produced," he said.
Natalegawa said the talks have not produced a final settlement. Indonesia as a facilitator to provide space for both countries to resolve bilateral issues with a fine.
"Although not all problems is finished this afternoon, but the way diplomacy has rolled. With Indonesia's support this diplomatic process will go well," said Natalegawa.
The meeting was attended by delegations from both countries, including Cambodian Foreign Minister Hor Namhong. Thai Foreign Minister is scheduled to arrive in Jakarta tomorrow, Saturday, April 9.
With the arrival of Foreign Minister of Thailand, negotiations will take place between the three foreign ministers, namely Thailand, Cambodia, and Indonesia. All three will discuss the delivery of the review team from Indonesia on the border between the two countries. This team will ensure a truce between Thailand and Cambodia is still running good.
"We feel it is possible to solve this problem. But once again the big picture, with or without observers were in fact relatively stable situation on the border, no violence, thanks to involvement from Asean countries," said Natalegawa.
Perundingan perbatasan Thailand dan Kamboja di Bogor, Jumat, 8 April 2010, belum menghasilkan kesepakatan final. Namun, perundingan kali ini adalah bentuk kemajuan yang berarti dalam hubungan kedua negara.
Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, perundingan antara kedua negara yang dilangsungkan di Istana Bogor berlangsung dengan baik. Namun, ujarnya, pembicaraan belum menemukan titik temu, karena itu bukanlah hal yang mudah.
Walaupun demikian, tambah dia, pertemuan kedua negara hari ini menjadi titik tolak bagi kemajuan yang berarti dalam pembicaraan perundingan yang telah berlangsung selama lebih dari lima kali yang digelar di kedua negara.
"Kedua belah pihak saat ini sedang menuntaskan semacam hasil dari pertemuan kedua delegasi. Kami tidak bisa mengantisipasi apa yang akan dihasilkan," ujarnya.
Natalegawa mengatakan perundingan belum menghasilkan sebuah penyelesaian akhir. Indonesia sebagai fasilitator memberikan ruang bagi kedua negara untuk menyelesaikan permasalahan secara bilateral dengan cara yang baik.
"Meskipun tidak semua permasalahan selesai sore ini, namun cara diplomasi telah bergulir. dengan dukungan Indonesia proses diplomasi ini akan berjalan dengan baik," ujar Natalegawa.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi dari kedua negara, termasuk di dalamnya Menlu Kamboja Hor Namhong. Menlu Thailand dijadwalkan akan tiba di Jakarta besok, Sabtu, 9 April.
Dengan kedatangan Menlu Thailand, perundingan akan berlangsung antar tiga menteri luar negeri, yaitu Thailand, Kamboja, dan Indonesia. Ketiganya akan membicarakan masalah pengiriman tim peninjau dari Indonesia di perbatasan kedua negara. Tim ini nantinya akan memastikan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja tetap berjalan baik.
"Kami merasa tidak mustahil untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi sekali lagi dari gambaran besarnya, dengan atau tanpa peninjau pun kenyataannya situasi di perbatasan relatif stabil, tidak ada kekerasan, berkat keterlibatan dari negara-negara Asean," kata Natalegawa.
According to Foreign Minister Marty Natalegawa, negotiations between the two countries which was held at the Bogor Palace is going well. However, he said, the talks have not come to fruition, because it is not easy.
However, he added, the two countries meeting today be the starting point for meaningful progress in the talks negotiations that have lasted for more than five times that was held in both countries.
"Both parties are currently being completed such a result of the meeting the two delegations. We can not anticipate what will be produced," he said.
Natalegawa said the talks have not produced a final settlement. Indonesia as a facilitator to provide space for both countries to resolve bilateral issues with a fine.
"Although not all problems is finished this afternoon, but the way diplomacy has rolled. With Indonesia's support this diplomatic process will go well," said Natalegawa.
The meeting was attended by delegations from both countries, including Cambodian Foreign Minister Hor Namhong. Thai Foreign Minister is scheduled to arrive in Jakarta tomorrow, Saturday, April 9.
With the arrival of Foreign Minister of Thailand, negotiations will take place between the three foreign ministers, namely Thailand, Cambodia, and Indonesia. All three will discuss the delivery of the review team from Indonesia on the border between the two countries. This team will ensure a truce between Thailand and Cambodia is still running good.
"We feel it is possible to solve this problem. But once again the big picture, with or without observers were in fact relatively stable situation on the border, no violence, thanks to involvement from Asean countries," said Natalegawa.
Perundingan perbatasan Thailand dan Kamboja di Bogor, Jumat, 8 April 2010, belum menghasilkan kesepakatan final. Namun, perundingan kali ini adalah bentuk kemajuan yang berarti dalam hubungan kedua negara.
Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, perundingan antara kedua negara yang dilangsungkan di Istana Bogor berlangsung dengan baik. Namun, ujarnya, pembicaraan belum menemukan titik temu, karena itu bukanlah hal yang mudah.
Walaupun demikian, tambah dia, pertemuan kedua negara hari ini menjadi titik tolak bagi kemajuan yang berarti dalam pembicaraan perundingan yang telah berlangsung selama lebih dari lima kali yang digelar di kedua negara.
"Kedua belah pihak saat ini sedang menuntaskan semacam hasil dari pertemuan kedua delegasi. Kami tidak bisa mengantisipasi apa yang akan dihasilkan," ujarnya.
Natalegawa mengatakan perundingan belum menghasilkan sebuah penyelesaian akhir. Indonesia sebagai fasilitator memberikan ruang bagi kedua negara untuk menyelesaikan permasalahan secara bilateral dengan cara yang baik.
"Meskipun tidak semua permasalahan selesai sore ini, namun cara diplomasi telah bergulir. dengan dukungan Indonesia proses diplomasi ini akan berjalan dengan baik," ujar Natalegawa.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi dari kedua negara, termasuk di dalamnya Menlu Kamboja Hor Namhong. Menlu Thailand dijadwalkan akan tiba di Jakarta besok, Sabtu, 9 April.
Dengan kedatangan Menlu Thailand, perundingan akan berlangsung antar tiga menteri luar negeri, yaitu Thailand, Kamboja, dan Indonesia. Ketiganya akan membicarakan masalah pengiriman tim peninjau dari Indonesia di perbatasan kedua negara. Tim ini nantinya akan memastikan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja tetap berjalan baik.
"Kami merasa tidak mustahil untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi sekali lagi dari gambaran besarnya, dengan atau tanpa peninjau pun kenyataannya situasi di perbatasan relatif stabil, tidak ada kekerasan, berkat keterlibatan dari negara-negara Asean," kata Natalegawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar