;"LOCKEY"

;"LOCKEY"

Kamis, 21 April 2011

CARA MENGATASI HIPNOTIS

 Penipuan melalui Hipnotis atau di kalangan masyarakat umum dikenal dengan istilah "gendam", dipercaya sebagai teknik Hipnotis dengan menggunakan kekuatan magic & mistik.

Secara teknis, fenomena "gendam" dapat merupakan salah satu atau gabungan dari : Conventional Hypnosis dengan metode Shock Induction, Ericksonian Hypnosis, teknik Esoteric Energy, atau Mind Control (Telepathic, Magnetism).

Berikut ini petunjuk untuk menghindari dan mengatasi kejahatan Hipnotis atau "gendam".

1. Jangan membiarkan pikiran kosong ketika berada di daerah umum. Pikiran kosong dapat mengakibatkan gerbang telepathic terbuka, sehingga pihak lain dapat dengan mudah menyampaikan pesan secara telepathic.

2. Waspadalah jika tiba-tiba timbul rasa kantuk yang tidak wajar, ada kemungkinan bahwa seseorang yang bermaksud negatif sedang melakukan "telepathic forcing".

3. Bagi mereka yang memiliki kebiasaan "latah", sebaiknya jangan bepergian ke tempat umum tanpa teman. Mereka yang mempunyai kebiasaan "latah" cenderung memiliki gerbang bawah sadar yang mudah dibuka paksa dengan bantuan kejutan (Shock Induction). Hal yang sama juga berlaku bagi mereka yang mudah terkejut.
4. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada beberapa orang yang tidak dikenal mengerumuni anda untuk suatu alasan yang tidak jelas. Sekali jangan mudah panik ! Karena rasa panik akan mempermudah terbukanya gerbang bawah sadar anda !

5. Jangan mudah panik jika tiba-tiba ada seseorang yang menepuk bahu anda ! Usahakan agar pikiran dan panca indera anda tetap aktif ke seluruh lingkungan ! Jangan terfokus pada ucapan-ucapan orang yang menepuk anda ! Segera berpindahlah ke daerah yang lebih ramai !

6. Jika secara tiba-tiba, tanpa alasan yang jelas, dada anda terasa sesak, dan diikuti dengan perut agak mual, dan kepala sedikit pusing, waspadalah karena mungkin ada seseorang tengah mengerahkan energi gendam ! Segera lakukan "grounding", yaitu meniatkan membuang seluruh energi negatif ke bumi (cukup visualisasi).

7. Jika terjadi hal-hal yang mencurigakan, segera sibukkan pikiran anda, agar tetap berada di frekwensi yang mengakibatkan efek Hipnotis tidak dapat bekerja ! Antara lain dengan : berdoa dalam hati, menyanyi dalam hati, atau memikirkan hal-hal yang berat 
 
8. Jika ternyata anda mulai merasa memasuki suatu "kesadaran berbeda" dari biasanya, mungkin anda sudah mulai terpengaruh oleh Hipnotis. Jika anda merasakan hal ini, maka segera niatkan dalam hati : "Dalam 3 hitungan, saya akan kembali sadar dan normal sepenuhnya ....", kemudian segera hitung dalam hati : "Satu ..., dua, ... tiga".

9. Akhirnya, tanamkan terus menerus di dalam diri anda, bahwa Hipnotis tidak akan bekerja bagi mereka yang menolaknya ! Hal ini juga berlaku untuk ilmu gendam !

Sabtu, 09 April 2011

Iraq rejects U.S. Army

Baghdad does not want a U.S. troop presence in Iraq after 2011, Iraq's government spokesman, Ali al-Dabbagh said on Friday (04/08/2011).

"Yesterday, Prime Minister Nouri al-Maliki told U.S. Secretary of State Robert Gates about the rejection of the Government of Iraq against the presence of U.S. troops or other foreign troops on Iraqi territory," said Al-Dabbagh.

He said the presence of U.S. troops is causing problems in the country and the Middle East for Iraq. "The U.S. government can not impose his will on Iraq. Army they should no longer be in any country without the consent of the host," said the spokesman.

Gates on Thursday said the U.S. would still put the troops in Iraq after the final withdrawal date, which has been agreed, if the Iraqi government asked for an extension. "We want to put the army after 2011, but we got a lot of commitment," Gates said in a question and answer with the troops at the military complex outside the city of Baghdad.

"So, if my friends here want us to stay, we will set up a plan about it quickly," he said. Complete U.S. military operations in Iraq in the summer of 2009 and withdraw combat units. Most U.S. troops scheduled to leave the country in the summer of 2011. Less than 50,000 U.S. troops still in Iraq, down from the previous number had reached 170,000 troops.


Baghdad tidak menginginkan kehadiran pasukan Amerika Serikat di Irak setelah 2011, kata juru bicara Pemerintah Irak, Ali al-Dabbagh, Jumat (8/4/2011).

"Kemarin, Perdana Menteri Nouri al-Maliki mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Robert Gates tentang penolakan Pemerintah Irak terhadap keberadaan pasukan AS atau pasukan asing lain di wilayah Irak," kata Al-Dabbagh.   

Ia mengatakan, keberadaan tentara AS menyebabkan masalah di dalam negeri dan Timur Tengah bagi Irak. "Pemerintah AS tidak dapat memaksakan kehendaknya terhadap Irak. Tentara mereka tidak boleh lagi berada di negara mana pun tanpa persetujuan tuan rumah," kata juru bicara itu.   

Gates pada Kamis mengatakan, AS akan tetap menempatkan tentara di Irak setelah tanggal penarikan mundur terakhir, yang telah disepakati, jika pemerintah Irak meminta perpanjangan waktu. "Kami ingin menempatkan tentara setelah 2011, tetapi kami mendapat banyak komitmen," kata Gates dalam tanya jawab dengan tentara di kompleks militer di luar kota Bagdad.   

"Jadi, jika teman-teman di sini menginginkan kami tetap, kami akan mengatur rencana soal itu dengan cepat," katanya.     AS menyelesaikan operasi militer di Irak pada musim panas 2009 dan menarik satuan tempurnya. Sebagian besar tentara AS dijadwalkan meninggalkan negara itu pada musim panas 2011.     Kurang dari 50.000 tentara AS masih di Irak, turun dari jumlah sebelumnya yang pernah mencapai 170.000 tentara.

Jumat, 08 April 2011

Obama Administration Not So "Paralyzed"

U.S. House Speaker, John Boehner, on Friday (04/08/2011) night in the U.S. or Saturday morning GMT, told the members of the Republican Party that he had agreed with the White House to prevent the shutdown (temporary suspension of some of the wheels) government, less than an hour The remaining deadlines, officials said.
"We have reached agreement," Boehner told members of the Republican Party in an emotional meeting behind closed doors, according to one member of parliament and an aide in the talks.
Two senior Senate aide asserted that the Democratic lawmakers and the White House have reached a comprehensive agreement to cut about 38.5 billion U.S. dollars was spent the rest of the fiscal year ended October 1.
Agreement as a whole also remove what Democrats described as the biggest stumbling block, namely a Republican effort to cut federal funds for family planning clinics that provide abortions.
In less than an hour, before the midnight deadline that triggered the shutdown would hurt the government, both parties also agreed in the short term to bridge the funding measures that Washington is still running for some time while the agreement was written.
The shadow of "paralysis" wheels of government, which will make government employees temporarily laid off and not paid until the government and parliament to reach agreement about the state budget revenues and expenditures, has caused concerns for the federal pengawai and their families.


Ketua DPR AS, John Boehner, Jumat (8/4/2011) malam waktu AS atau Sabtu pagi WIB, mengatakan kepada para anggota Partai Republik bahwa ia telah bersepakat dengan Gedung Putih untuk mencegah shutdown (penghentian sementara sebagian roda) pemerintahan, kurang sejam dari tenggat waktu yang tersisa, kata para pejabat.
<a href='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/ck.php?n=a3126491&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE' target='_blank'><img src='http://ads3.kompasads.com/new/www/delivery/avw.php?zoneid=951&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&n=a3126491' border='0' alt='' /></a>
"Kami telah mencapai kesepakatan," kata Boehner kepada anggota Partai Republik dalam pertemuan emosional di balik pintu tertutup, menurut salah satu anggota parlemen dan seorang asisten dalam pembicaraan itu.
Dua pembantu senior Senat dari Partai Demokrat menegaskan bahwa para anggota parlemen dan Gedung Putih telah mencapai kesepakatan menyeluruh untuk memangkas sekitar 38,5 miliar dollar AS pengeluaran pada sisa tahun fiskal yang berakhir pada 1 Oktober.
Kesepakatan secara keseluruhan juga menghapus apa yang Demokrat sebut sebagai batu sandungan terbesar, yaitu sebuah upaya Partai Republik untuk memangkas dana federal bagi klinik keluarga berencana yang menyediakan aborsi.
Dalam waktu kurang dari satu jam, sebelum batas waktu tengah malam yang memicu shutdown pemerintahan yang bakal menyakitkan, kedua pihak juga sepakat dalam jangka pendek untuk menjembatani langkah-langkah pendanaan agar Washington tetap berjalan selama beberapa waktu sementara kesepakatan itu dituliskan.
Bayang-bayang "kelumpuhan" roda pemerintahan itu, yang akan membuat pegawai pemerintah dirumahkan sementara dan tidak digaji sampai pemerintah dan parlemen mencapai kesepakatan soal anggaran pendapatan dan belanja negara, telah membuat cemas para pengawai federal serta keluarga mereka.

Thailand-Cambodia Not to Achieve Rally Point

Thai and Cambodian border negotiations in Bogor, Friday, April 8, 2010, have not produced a final deal. However, the talks this time is a form of meaningful progress in relations between the two countries.
According to Foreign Minister Marty Natalegawa, negotiations between the two countries which was held at the Bogor Palace is going well. However, he said, the talks have not come to fruition, because it is not easy.
However, he added, the two countries meeting today be the starting point for meaningful progress in the talks negotiations that have lasted for more than five times that was held in both countries.
"Both parties are currently being completed such a result of the meeting the two delegations. We can not anticipate what will be produced," he said.
Natalegawa said the talks have not produced a final settlement. Indonesia as a facilitator to provide space for both countries to resolve bilateral issues with a fine.
"Although not all problems is finished this afternoon, but the way diplomacy has rolled. With Indonesia's support this diplomatic process will go well," said Natalegawa.
The meeting was attended by delegations from both countries, including Cambodian Foreign Minister Hor Namhong. Thai Foreign Minister is scheduled to arrive in Jakarta tomorrow, Saturday, April 9.
With the arrival of Foreign Minister of Thailand, negotiations will take place between the three foreign ministers, namely Thailand, Cambodia, and Indonesia. All three will discuss the delivery of the review team from Indonesia on the border between the two countries. This team will ensure a truce between Thailand and Cambodia is still running good.
"We feel it is possible to solve this problem. But once again the big picture, with or without observers were in fact relatively stable situation on the border, no violence, thanks to involvement from Asean countries," said Natalegawa.


Perundingan perbatasan Thailand dan Kamboja di Bogor, Jumat, 8 April 2010, belum menghasilkan kesepakatan final. Namun, perundingan kali ini adalah bentuk kemajuan yang berarti dalam hubungan kedua negara.

Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, perundingan antara kedua negara yang dilangsungkan di Istana Bogor berlangsung dengan baik. Namun, ujarnya, pembicaraan belum menemukan titik temu, karena itu bukanlah hal yang mudah.

Walaupun demikian, tambah dia, pertemuan kedua negara hari ini menjadi titik tolak bagi kemajuan yang berarti dalam pembicaraan perundingan yang telah berlangsung selama lebih dari lima kali yang digelar di kedua negara.

"Kedua belah pihak saat ini sedang menuntaskan semacam hasil dari pertemuan kedua delegasi. Kami tidak bisa mengantisipasi apa yang akan dihasilkan," ujarnya.

Natalegawa mengatakan perundingan belum menghasilkan sebuah penyelesaian akhir. Indonesia sebagai fasilitator memberikan ruang bagi kedua negara untuk menyelesaikan permasalahan secara bilateral dengan cara yang baik.

"Meskipun tidak semua permasalahan selesai sore ini, namun cara diplomasi telah bergulir. dengan dukungan Indonesia proses diplomasi ini akan berjalan dengan baik," ujar Natalegawa.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh delegasi dari kedua negara, termasuk di dalamnya Menlu Kamboja Hor Namhong. Menlu Thailand dijadwalkan akan tiba di Jakarta besok, Sabtu, 9 April.

Dengan kedatangan Menlu Thailand, perundingan akan berlangsung antar tiga menteri luar negeri, yaitu Thailand, Kamboja, dan Indonesia. Ketiganya akan membicarakan masalah pengiriman tim peninjau dari Indonesia di perbatasan kedua negara. Tim ini nantinya akan memastikan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja tetap berjalan baik.

"Kami merasa tidak mustahil untuk menyelesaikan masalah ini. Tapi sekali lagi dari gambaran besarnya, dengan atau tanpa peninjau pun kenyataannya situasi di perbatasan relatif stabil, tidak ada kekerasan, berkat keterlibatan dari negara-negara Asean," kata Natalegawa.